Kumpulan Peribahasa dari A (Bagian.2)


     Baca sebelumnya : Peribahasa dari A bagian ke 1

peribahasa bagian A dua


  ADAT
26. Adat hidup tolong menolong: Dalam kehidupan itu saling menolong adalah biasa, tiada orang yang mampu hidup sendiri, sebab setiap orang saling membutuhkan.
27. Adat sepanjang jalan, capek sepanjang betung: Setiap langkah dan perbuatan itu ada etika, aturan dan tata cara yang telah di lazimkan.
28. Habis adat karena sudah berkerelaan: Adat itu bisa dirubah dengan tidak mengisi sepenuhnya atas mufakat dan persesuaian bersama dan perdamaian.
29. Dimana adat diisi, disitu lembaga dituang: Dimana kita berada, disitu segala adat istiadat serta kebiasaan anak negeri tersebut harus kita ikuti.
30. Adat lama pusaka uang: Adat, kebiasaan yang sudah dibiasakan atau dipakai secara turun-temurun sejak dulu kala dari nenek moyang.
31. Adat dipakai baru, pakaian dipakai usang: Adat tidak dimakan zaman, bahkan bila dipakai dan ditaati dia akan terpelihara.
32. Hidup dikandung adat, mati dikandung tanah: Bahwa manusia (yang berbudaya dan beradab) it, semasa hidup hendaklah mengikuti kaidah-kaidah yang berlaku umum atau mengikuti resam masing-masing.
33. Adat dijunjung, lembaga di sanjung, pusaka sama dijaga: Mematuhi dan melaksanaakan kaidah yang telah diwariskan oleh nenek moyang secara turun-temurun.
34. Adat teluk timbunan kapal: Orang kaya tempat meminta, sedangkan orang pandai tempat bertanya.
35. Adat muda menanggung rindu, adat tua menanggung ragam: Sudah adatnya (wajar) atau sudah kodratnya semakin tua makin banyak menanggung cobaan hidup. Sedangkan yang yang muda persoalannya adalah keinginan dan kerinduan.

   ADIL
36. Membagi sama adil, memotong sama panjang: Dalam mengambil atau memutuskan suatu perkara hendaklah adil, tidak boleh berat sebelah begitu juga jadi pemimpin.
37. Raja adil raja disembah, raja lalim raja disanggah: Pemimpin yang benar dan adik disayang dan dihormati oleh rakyatnya, tetapi pempimpin yang lalim dibenci orang.
38. Meminta keadilan kepada beruk: Meminta penyelesaian yang adil atau meminta pertimbangan hukum kepada orang tamat, atau justru mendapatkan kerugian.

   ADU
39. Adu domba: Menghasut orang yang berselisih, bertengkar, berkelahi ataupun berperang.
40. Mengadu ujung penjahit: Mengadu kecerdikan (kepandaian/kepiawaian).
41. Memgadu untung: Berspekulasi dengan nasib atau keberuntungan.

   AIB
42. Aib ditebus dengan Aib: Jika kita dipermalukan seseroang, balaslah dengan hal sama atau seimbang.
43. Pergi menebus aib mali: Pergi menuntut balas untuk menutup malu atau aib.
44. Menanggung aib: Menanggung malu.

   AIR
45. Air besar batu bersibak: Bila ada bahaya, orang akan mencari dan bersatu dengan kaumnya, bangsanya, golongannya ataupun kelompoknya.
46. Air beriak tanda tak dalam: Pada umumnya, orang yang banyak bicara bisanya bodoh.
47. Air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam: Ungkapan orang yang sedang bersedih hati, sehingga apapun yang dirasakan semuanya tak enak.
48. Air laut asin sendiri: Ejekan orang yang memuji dirinya sendiri.
49. Air laut itu ada pasang dan ada surut: Rezeki itu ada turun dan ada naiknya, keberuntungan itu tak selamanya didapat, ada kalanya justru kesialan yang akan didapat.
50. Adakah dari telaga yang jernih mengalir air yang keruh?: Mungkinkan ada keturunan dari orang baik-baik akan menjadi jahat atau hina?.

1 Response to "Kumpulan Peribahasa dari A (Bagian.2)"

Berkata dan berkomentar lah dengan baik, karena setiap omongan dan perkataan bisa meracuni diri mu sendiri

Iklan Atas Artikel

Ads by Google

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel